“Keep ambitious and stay grounded”
Belakangan kalimat di atas selalu muncul di kepala sebagai pengingat bahwa yang kupikir, dan kurencanakan adalah mungkin. Secara gak sadar jadi perisai bentuk pertahanan atas rasa takut yang muncul. Kata “stay grounded” nyatanya gak termaknai dengan benar.
Ambition yang sebagian porsinya ternyata jadi bungkus nafs. Kepala seketika berisi bentuk-bentuk kata yang diinginkan untuk ngisi celah yang kedatangannya juga dari isi kepala. Terus running in circle sampai realita hadir di hadapan.
Dari sudut pandang realita, banyak hal yang bisa dipertimbangkan, dan pertimbangan yang ternyata perlu dipertimbangkan lagi. Sampe akhirnya bisa memaknai kata “stay grounded” itu.
In this state of life as a new chapter begins.
To recognize more subtle messages
To see the essentials
As a human being, as an intellect being.
Reference and current reading: Fihi Ma Fihi Jalaluddin Rumi.